Daddy Tidak Punya Ti..t

Ini pelajaran yang saya dapat hari ini. Jangan sembarangan ngomong sama anak!

Saya sedang melihat-lihat undangan khitanan anak tetangga. Karena berbeda gang dan mereka orang baru, saya tidak kenal dengan si pengundang. Termasuk dengan anak yang disunat.

“Mom, siapa sih yang disunat?” tanya Mbak Aish

“Ini mas-mas mommy nggak tau,” jawab saya sambil lalu.

“Lah..mommy gitu. Siapa sih mom,”tanyanya lagi dengan nada kesal.

Dari pada berdebat saya akhirnya menjawab asal-asalan tanpa berpikir panjang.

“Yang disunat daddy.”

“Hahhhh…mosok daddy yang disunat,”senyum mengembang di bibir anak saya, matanya juga melebar seperti takjub.

Saya langsung lega. Tapi saya jadi kaget dengan pernyataan selanjut. “Daddy khan nggak punya ti..t kayak dek Kaka,”kata Mbak Aish dengan suaranya yang imut tapi banter.

Meski bingung saya tertawa ngakak mendengarnya. Akhirnya suami saya yang menjawab. “Ya punyalah…tapi daddy sudah sunat,”jelasnya sambil senyum-senyum.

“Berarti pe..s-nya daddy dipotong?”tanya anak saya yang baru berumur 4 tahun itu.

“Bukan dipotong… Eh sudah yuk nanti kita telat ke masid. Khan mau kondangan juga nanti,”suami saya tidak menjawab sampai tuntas dan langsung mengalihkan perhatian Mbak Aish yang memang suka bertanya sampai mendetil.

Untung anak itu mau. Rupanya kami belum siap untuk menjelaskan perbedaan kelamin ini lebih jauh pada anak-anak. Apa lagi kalau anak saya yang kritis itu minta bukti dan ingin melihat.

Duh…betapa tidakmudahnya menjadi orang tua…