Full Time Mom

Hari ini, tepat satu tahun lalu saya mengakhiri jabatan di kantor “orang”. Memilih meniti karir baru sebagai full time mom. Bukan lagi ibu rumah tangga yang nyambi kerja di kantor (atau pekerja kantor yang nyambi jadi ibu rumah tangga ya?).

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih resign dari kantor. Merasa sudah mentok, pengen punya usaha sendiri dan lain-lain. Tapi alasan utama saya adalah anak. Semakin lama semakin tidak kuat menyaksikan tatapan mata anak saya ketika mengantarkan ibunya berangkat kerja. Sedih melihat dia dari spion, sedang melambaikan tangan di gendongan pengasuhnya.

Ada peristiwa paling menohok perasaan saya. Saat itu anak saya baru masuk play group. Seperti anak-anak yang baru masuk sekolah, anak saya pun sering menangis di hari-hari pertama Dan dia selalu memanggil daddy bukan mommy. “Emang mommy-nya kemana aja?” gurau salah seorang guru saat menceritakan kebiasaan anak saya mencari daddy-nya.

Anak pertama saya, Callysta Aisha memang lebih dekat dengan daddy-nya. Maklum suami saya punya jam kerja seperti pekerja pada umumnya sementara saya tidak. Sejak kecil (bahkan sampai sekarang) Callysta terbiasa tidur dengan daddy-nya. Sementara saat itu saya sedang sibuk bekerja. Siang semestinya saya di rumah, namun lebih sering tidaknya karena, lagi-lagi, tuntutan pekerjaan.

Karena itulah saya memilih jalan ini. Menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Apa lagi, saat itu, Allah juga memberi saya rejeki yang lain, ¬†kehamilan anak ke dua saya. Insyaallah anak ke dua saya tidak akan mengalami nasib seperti kakaknya. Mengawali kehidupan dalam asuhan ibunya. Bukan “anak pembantu.”

Advertisements

4 thoughts on “Full Time Mom

  1. Selamat pagi sahabat.
    Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan inspiratif
    Tak ada yang salah menjadi ibu rumah tangga. Jika dilakukan dengan Insya Allah barokah.

    Saya mengundang sahabat untuk mengikuti kontes Unggulan Indonesia Bersatu lho ya. Klik saja : http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/kontes-unggulan-indonesia-bersatu-cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran
    Masih cukup waktu untuk menulis dan mendaftarkannya

    Terima kasih.

    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s